hai. selamat datang di website saya, saya tidak pintar dan tidak berpengetahuan jika sekiranya ada yang kurang di blog saya silahkan tinggalkan komentar di bawah. follow for more Cooke 🍪

Desember 19, 2023

Data Bank Syariah Indonesia Diduga Bocor, Apakah Harus Ganti PIN lagi ?

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidisiber) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mulai menyelidiki kasus peretasan dan dugaan pencurian data yang dialami Bank Syariah Indonesia (BSI) beberapa waktu lalu.

disini Belajar Komputer untuk pemula berusaha untuk merangkum semua hal yang terjadi pada kasus  Bank Syariah Indonesia (BSI), ada beberapa sumber yang dapat kita ambil dan kita amati saja.

Pada 14 Mei 2023, Bank Syariah Indonesia (BSI) diduga mengalami pencurian data oleh kelompok peretas ransomware LockBit 3.0. Serangan ini melibatkan pencurian data sebesar 15 terabita dan memakan waktu yang cukup lama. Negosiasi antara BSI dan kelompok peretas tersebut telah berakhir, dan seluruh data yang dicuri dipublikasikan oleh kelompok LockBit

mari kita bahas tuntas 


Adi Vivid juga menjelaskan Tim Siber Bareskrim bersama stakeholders siber lainnya mulai bergerak di bawah kendali dan koordinasi BSSN untuk melakukan langkah-langkah mitigasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Adapun dalam kasus ini memang belum ada pihak yang membuat laporan langsung ke Bareskrim. Namun, menurut Adi Vivid, pihak BSI akan segera membuat laporan. "Info yang saya dapatkan dari pihak BSI akan buat laporan polisi," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, pengakuan kelompok hacker LockBit terkait penyebaran data nasabah BSI di dark web sempat menjadi pembicaraan di media sosial Twitter. Pengakuan LockBit itu diunggah oleh akun Twitter @darktracer_int pada Selasa (16/5/2023).

“LockBit ransomware gang claimed responsibility for the disruption of all services at Bank Syariah Indonesia, stating that it was a result of their attack (Geng ransomware LockBit mengaku bertanggung jawab atas gangguan semua layanan di Bank Syariah Indonesia, menyatakan bahwa itu adalah akibat dari serangan mereka),” tulis Dark Tracer dalam unggahannya.
 
“They also announced that they have stolen 15 million customer records, employee information, and approximately 1.5 terabytes of internal data. They further threatened to release all the data on the dark web if negotiations fail (Mereka juga mengumumkan telah mencuri 15 juta data pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 terrabyte data internal. Mereka mengancam akan merilis semua data di dark web jika negosiasi gagal),” sambungnya.
 
LockBit 3.0 mengklaim telah mencuri berbagai jenis data dan meminta pihak BSI untuk menghubungi para peretas dalam waktu 72 jam untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Data yang bocor itu di antaranya adalah nama, nomor ponsel, alamat, saldo di rekening, riwayat transaksi, tanggal pembukaan rekening, informasi pekerjaan, dan beberapa data lainnya.

Data pelanggan yang bocor di antaranya adalah nama, nomor ponsel, alamat, saldo di rekening, riwayat transaksi, tanggal pembukaan rekening, informasi pekerjaan, dan beberapa data lainnya.

BSI klaim data aman?

Pada Kamis (11/5/2023), Direktur BSI Herry Gunardi mengeklaim seluruh data dan dana nasabah tetap aman. “Kami sebagai pengelola keuangan nasabah sudah tentu memastikan kepada nasabah dan stakeholder bahwa data dan dana nasabah dalam kondisi baik dan aman di BSI,” ucap Herry dilansir dari Kompas.com. 

BSI juga terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), pemegang saham, dan pihak lainnya. “Terkait dugaan adanya serangan siber, pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik,” 

tuturnya. Herry juga memastikan bahwa BSI akan terus meningkatkan keamanan siber sesuai dengan ketentuan dari OJK. 

“Kami menerapkan dan senantiasa meningkatkan cyber security yang sejalan dengan ketentuan regulator,” terangnya. Selepas adanya unggahan Dark Tracer tersebut, Kompas.com sudah berusaha mengonfirmasi, namun hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari pihak BSI.

Harap semua karyawan, nasabah, dan pihak yang terafiliasi dengan bank menyadari hal ini dan mempersiapkan mitigasinyakata Alfons, Sabtu (13/5) dilansir dari Kompas.com

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Translate

©Bagassetiawan. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels